Saya akan membahas tentang “Shalom” yang
berkaitan dengan media sosial. Seiring dengan berkembangnya zaman, kebanyakan
orang menggunakan media sosial.
Shalom adalah sebuah relasi yang benar
dengan Allah, manusia dan ciptaan-Nya yang lain. Kebanyakan orang mengartikan
“Shalom” dengan artian yang salah, contohnya : Kita mengupload foto kita di
media sosial, ketika kita hanya mendapatkan respon dalam bentuk like yang sedikit, maka kita akan merasa
orang disekitar kita sama sekali tidak merespon kita maupun mengasihi. Ketika
kita berpikir seperti itu, maka kita sama sekali tidak membawa “Shalom”. Yang
harus kita lakukan adalah kita harus selalu berpikir bahwa meskipun orang
disekitar kita tidak merespon kita,
tetapi ada seseorang yang selalu merespon dan juga mengasihi kita. Dalam sedih
maupun duka Ia selalu ada, Ia adalah Tuhan Yesus.
Tuhan menciptakan kita untu memuliakan dan
memuji nama-Nya, serta menciptakan kita untuk saling melengkapi satu sama lain.
Maka dari itu, jadilah berkata dimanapun kita berada dan menjadi pribadi yang
membawa “Shalom” untuk sesama. Hanya ini yang bias saya sampaikan, sekian dan
terima kasih.
Inti tulisan:Meskipun orang disekitar tidak merespon kita,masih ada seseorang yang selalu merespon dan mengasihi kita dan selalu ada dalam suka dan duka yaitu Yesus,kita harus membawa shalom untuk sesama.
BalasHapusKelebihan: Singkat dan jelas,mudah untuk dimengerti,bahasa yang digunakan tidak kaku.
Kekurangan: Tidak ada sumber,contoh yang diberikan terlalu sedikit,terdapat pemborosan kata (pada kalimat"Dalam sedih maupun duka..." sedih dan duka memiliki arti yang sama.)
Tetap semangat untuk menulis!GBU!
(+) semoga tulisan saya ini bisa membawa berkat untuk anda dalamm kehidupan sehari hari.
Hapus(+) Terima kasih atas kelebihan yang sudah diberikan.
(+) Terima kasih untuk pemberitahuannya tentang pemborosan dalam kalimat.
(+) terima kasih atas komentar yang diberikan.
god bless you:)